Jumat, 28 Februari 2014

Kupu-Kupu Cantik yang Memabukkan - 4

Hubungan kami menjadi semakin dekat lebih dari pada yang dulu sejak peristiwa pagi yang indah itu. Kak Mia semakin sayang padaku, namun seperti yang pernah ia ucapkan pada waktu itu Kak Mia ingin agar kami tidak kebablasan dalam menikmati gelora nafsu kami ini. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Kak Mia hanya mau melakukannya sebatas kissing, blowjobing dan petting, ia sangat teguh menjaga mahkotanya yang katanya hanya akan ia berikan kepada calon suaminya nanti. Kadang aku merasa cemburu dengan apa yang ia maksudkan ini, kalau memang Kak Mia sayang kenapa musti untuk calon suaminya nanti...hehehe.

Tiga bulan kemudian setelah Kak Mia diwisuda, ia meninggalkanku sendiri di kota ini. Kak Mia diterima di suatu bank investasi di Jakarta, jadi ia harus segera menuju Jakarta untuk menjalani kehidupan yang baru. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Satu tahun kemudian Kak Mia berkeluarga dan hidup di Jakarta. Suami yang beruntung itu adalah temannya sewaktu ia menempuh pendidikan management training di bank tersebut. Namun sayang rupanya nasib Kak Mia tidak beruntung dalam hal berumah tangga, sebab tiga tahun setelah ia menikah dan belum dikarunia momongan ternyata suaminya ketahuan punya affair dengan rekan sekantornya, kemudian terjadilah huru-hara rumah tangga mereka dan berakhir dengan perceraian. Sungguh sangat disayangkan, rumah tangga yang baru seumur jagung itu akhirnya berantakan karena masalah kesetiaan.

Pada awal-awal Kak Mia di Jakarta ia masih sering menghubungi aku untuk menanyakan kabar diriku dan kabar beberapa temannya yang masih berada di kota tempatku kuliah. Namun mungkin karena kesibukannya ia semakin jarang meneleponku. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Aku pun juga semakin tenggelam dalam kuliahku dan kegiatan kampusku. Di kampus aku cukup sibuk karena dipercaya oleh teman-temanku untuk memimpin himpunan jurusannku, bahkan di akhir-akhir masa kuliahku aku sering memimpin demo mahasiswa untuk melakukan advokasi terhadap masyarakat di sekitar kampus yang memerlukannya.

Tak terasa waktu lima tahun berlalu dengan cepat dan aku pun setelah diwisuda mendapatkan pekerjaan sebagai staff corporate legal di suatu perusahaan jasa di Jakarta. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Aku bersusaha kontak Kak Mia sebelum berangkat ke Jakarta dan Kak Mia bilang akan menjemputku di Stasiun Gambir kesesokan harinya saat aku tiba.

Pelukan yang hangat kuterima ketika Kak Mia melihatku saat aku kebingungan mencarinya di stasiun gambir pagi itu. Kak Mia begitu cantik pagi itu, ia mengenakan pakaian yang sangat keren menurutku. Pelukannya kusambut juga dengan hangat.

"Kak Mia...apa kabar..?" bisiku di telinganya saat ia memelukku. "Roy kangen Kak.."
"Kak Mia juga kangen kamu Roy..." jawabnya lirih " Kamu semakin ganteng aja sekarang"

Setelah memasukkan barang-barangku ke mobilnya, [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Kak Mia langsung menuju ke arah tempat tinggalnya, sekarang ia sudah nggak tinggal di rumahnya yang dahulu dimana ia pernah membina rumah tangga dengan eks suaminya. Sekarang ia tinggal di suatu apartment yang tak jauh dari tempat ia bekerja. Sepanjang perjalanan aku tak kuasa untuk menahan rinduku pada Kak Mia, kupandangi wajahnya saat mengemudikan kendaraanya. Kak Mia sampai jengah dengan kelakuanku itu dan mencubit pahaku. Kami bercerita kesana kemari hingga tak terasa telah sampai di kompleks apartment di mana ia tinggal.

Setelah berbasa basi sejenak dengan penjaga lobby tower dimana Kak Mia berada, kami pun langsung ke unit aprtment miliknya. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Di dalam lift yang kebetulan kosong, kupeluk Kak Mia dari samping, kucium pipinya dan kubisikkan kata-kata rinduku padanya. Kak Mia tersenyum manis sekali dan ia juga membalas dengan mengecup bibirku.

Begitu memasuki pintu apartment miliknya segera kupeluk Kak Mia dan kuserbu dengan ciuman ganasku, kak Mia juga membalasnya tak kalah panas, kami berciuman dengan sangat intens melampiaskan rasa kangen kami. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Kulepaskan ciuman kak Mia dan kemudian kugendong tubuh indah Kak Mia menuju ke arah tempat tidur. Setelah menurunkan Kak Mia ke atas tempat tidur, mataku menatapnya sambil aku melepaskan sepatu, kaos kaki, celana dan bajuku untuk bergabung bersamanya di tempat tidur.

Aku segera melepaskan sepatu, rok dan atasannya, aku kagum saat kulihat betapa seksinya dia dalam balutan bra dan celana dalam satin warna hitam kesukaannya. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Tak terasa penisku bergejolak dalam celana dalamku.

"Kak Mia masih cantik seperti dulu..." ujarku sambil menelan ludah.
Kak Mia hanya tersenyum sambil menyorongkan tangannya untuk menggapaiku.

Kucium bibir indah itu dan ku curahkan seluruh hati dan jiwaku saat menciumnya, kuingin dia tahu melalui kata-kata dan tindakanku bahwa aku sangat rindu dan menyayanginya dan semua itu kulampiaskan melalui belaian, jilatan, hisapan dan gerakan lembut lidahku. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Kugerakkan tanganku menuruni sisi tubuhnya, kuraih pinggulnya dan mengangkatnya mengenai penisku yang tegang, menggesekkan padanya dengan lembut.

"Roy.." kak Mia melepaskan ciumanku sembari berkata lirih.

Aku memulai mengeksplorasi tubuhnya secara perlahan, aku berniat untuk tidak meninggalkan satu centimeter pun bagian tubuhnya. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Aku menjilati bahunya, dan menggigit pelan lehernya sembari aku melepaskan bra-nya. Dia membalasku dengan erangan lembut penuh kenikmatan dan sentuhan tangannya pada rambutku saat dia memegang kepalaku, kak Mia benar-benar seksi.

Aku bermaksud untuk membuatnya sangat bernafsu sehingga dia benar-benar lebur dalam kenikmatan saat nanti aku memasuki tubuhnya. Tujuanku adalah membuatnya merasakan kenikmatan duniawi yang maksimal. Aku mencium dan menjilati bahunya, siku dalamnya, pergelangan tangan dan jarinya, menikmati tarikan napasnya, permohonan dan kata-kata yang keluar dari bibirnya. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Putingnya seolah-olah memanggilku untuk ke sana kemudian kufokuskan diriku pada putingnya yang indah itu. "Ooughh...Roy..." Kak Mia mengerang perlahan.

Aku memutar lidahku pada setiap putingnya yang indah lagi dan lagi, menghisap yang satu kemudian yang lainnya ke dalam mulutku sementara tanganku meremas-remas susunya. lenguhan demi lenguhan Kak Mia mengisi ruang apartment kak Mia. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Kak Mia mencengkeram kepalaku dan mulai bergumam, "Roy....." lagi dan lagi sebelum akhirnya dia larut dibawahku dalam orgasmenya yang pertama.

"Kamu nakal Roy...." kata Kak Mia di sela-sela orgasmenya.

Setelah dia pulih dari orgasmenya, aku melanjutkan jilatanku pada tubuhnya. Aku menjilat dan menghisap pusarnya, bagian dalam dan luar pahanya, bagian depan dan belakang lutunya dan pergelangan kakinya sebelum aku mulai menjilat dan meraba kakinya. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Aku merasakan desahan dan lenguhan kenikmatannya pada setiap sel dalam tubuhku.

Menjalankan lidahku diantaranya jari-jari kakinya, aku menghisap setiap jarinya kedalam mulutku dan kak Mia menggeliat diatas tempat tidur itu dalam kenikmatannya. Aroma kewanitaanya semerbak mengharum. Aku membuka lebar kedua kakinya dan menarik turun celana dalamnya dengan amat sangat perlahan. Kutemukan sebuah tattoo kupu-kupu yang cantik di dekat rambut kemaluannya, sangat cantik dipadukan dengan kulit putih yang bersih miliknya.

Kepala Kak Mia bergerak ke depan dan ke belakang bersamaan dengan rintihan-rintihannya, "Roy... please..jangan siksa akuu...."
"Iyaa kak...." jawabku sekenanya.

Setelah selesai melepaskan celana dalamnya, aku tidak membuang waktu untuk menurunkan kepalaku pada vaginanya yang indah. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Aku dapat merasakan gelombang birahi memancar dari dirinya. Aku menggerakkan jariku dengan lembut, masuk ke vaginanya yang telah sangat basah. Dengan lembut, sangat lembut, aku membuka bibir bawahnya dengan jariku dan mulai menjilati cairannya yang hangat.

"Roy....ouuughhh" lirih suara rintihan kak Mia.

Aku meneruskan eksplorasiku yang lembut padanya. Membuka bibir vaginanya lebih lebar lagi, aku gesek ujung klitorisnya dengan lembut tapi cepat. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Penisku bergejolak ingin segera memasuki vaginanya, kupertahankan irama lidahku, aku mengitari klitorisnya lebih cepat dan lebih cepat. Aku mempercepat penetrasi lidahku padanya, membawanya menuju puncak.

"Roy...aku sampaiii..." dia menjerit, dan dengan begitu saja dia terbawa pada orgasme keduanya.

Ku lepaskan celana dalamku, seluruh kegiatan tadi telah menyebabkan ujung penisku mulai mengeluarkan cairan precum. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Aku mengangkangi tubuhnya, menciumnya. Aku menurunkan tanganku dan meraih ujung penisku dan menggeseknya ke atas dan ke bawah, dari klitorisnya sampai ke liang vaginanya nerulang-ulang. Kak Mia meraih pantatku, dia menggenggamnya dan melengkungkan tubuhnya padaku.

Aku mulai memasukkan penisku ke vaginanya yang sudah sangat basah. Terasa sangat sempit, aku begitu terlena dalam kenikmatan saat vaginanya mengapit penisku.[http://ceritayangasik.blogspot.com/] Aku membuka kedua kakinya lebih lebar dan mendorong pantatku lebih keras, dia berteriak. Aku menurunkan tanganku untuk mengusap klitorisnya. Aku sedikit terhenyak ketika dia menggerakkan pinggulnya dan aku merasakan diriku bergerak perlahan masuk secara keseluruhan ke dalam vaginanya.

Mata kak Mia semakin sayu, bibirnya semakin seksi dan aku melenguh saat vaginanya mencengkeram dan mengenyot penisku. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Hisapan dan cengkeraman vaginanya membuatku liar, dan aku mendorongnya lebih dalam dan lebih cepat. Meletakkan lututnya di atas lenganku, aku benar-benar mulai menyentak ke dalam vaginanya. Suara erangan kami berdua mengisi kesunyian apartment lantai 20 itu, napas kami yang cepat, dan bunyi kecipak dari setiap dorongan penisku ke vaginanya membuat kami semakin bernafsu.

"Roy.....aku sampaiiii lagiii...." teriak kak Mia lirih.

"Aku juga Kak....." aku pun ikut mengutarakannya, vaginanya yang ketat mencengkeram seluruh penisku, menarikku bersamanya, kelamin kami saling berkedutan.

Kami lunglai bersama menyatu dalam lelehan keringat kami, dada kami naik turun akibat kehabisan tenaga. Kurangkulkan lenganku di sekelilingnya, aku berguling, kepala Kak Mia di atas dadaku. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Aku kecup lembut bibirnya.

"I luv you Kak Mia..." kataku lembut.
"Me too...Roy..." jawabnya lirih.

Menit-menit berlalu dalam diam saat kesadaran kami berdua kembali. Kuangkat tubuh kak Mia dengan perlahan. Membaringkannya di sebelahku, aku menciumnya.

Kami pun terlelap dalam kenikmatan kami.

---to be continued---

Kamis, 27 Februari 2014

Kupu-Kupu Cantik yang Memabukkan - 3

"Sekarang giliran kamu ya Roy..." kata Kak Mia setengah berbisik di kupingku.
Aku cuma mengangguk perlahan sambil menikmati ciuman-ciuman kak Mia di leherku, di dadaku, di perutku dan bersamaan dengan itu tangannya juga berusaha untuk menurunkan celanaku. Perlahan namun pasti penisku yang sejak tadi sudah sangat tegang terbebaskan dari penjaranya..

Kak Mia tidak langsung menuju ke sasaran namun ia mencari jalan memutar dengan menjilati paha bagian dalam terlebih dahulu, paha kiri bagian dalam hingga ke arah lutut, kemudian berpindah ke lutut kanan dan naik ke paha kanan bagian dalam. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Luar biasa rasanya...kak Mia sungguh pandai membuat nafsuku semakin menggelora, penisku sudah sangat tegang setegang-tegangnya, namun sampai detik ini kak Mia sama sekali tidak menyentuhnya.

Jilatannya kemudian beralih ke buah zakarku, dijilat, diemut dengan sangat lembut, nafasku sudah tersengal-sengal menahan gejolak birahiku. Jilatannya sungguh sangat teliti seakan-akan tidak terlewatkan satu tempat pun dari buah zakarku yang tidak ia jilat dan emut. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Setelah puas barulah ia mulai menjilati bagian bawah penisku, diangkatnya batang penisku dan jilatannya ia mulai dari pangkal penis perlahan menuju ujung penis, dilakukannya berkali-kali hal tersebut.

"Kak....ouuggghhh" aku mengerang perlahan menahan sensasi yang ditimbulkan oleh lidah Kak Mia.

Setelah beberapa kali jilatan dari pangkal penis menuju ujung penis, akhirnya ia mulai menciumi ujung penisku yang telah mengeluarkan cairan bening precum. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Seperti lolipop ia mengemut penisku dengan penuh perasaan sayang, perlahan dikeluarkan dan kemudian dimasukkan ke dalam mulut indahnya. Tidak pernah giginya menyentuh penisku...sungguh luar biasa sensasi yang ditimbulkannya.

Sambil memaju mundurkan penisku di mulutnya, tangannya juga mengurut batang penisku....gilak rasanya sungguh luar biasa.

"Kak Mia....aku udah mau keluar nih...." rintihku perlahan sambil mencoba menahan ejakulasiku.

Tiba-tiba kak Mia memencet pangkal penisku dan berhenti mengulum penisku, ia kemudian melihatku dengan pandangan nakal, "Tahan ya Roy...." pintanya.

Uuughh...gimana aku bisa menahan ejakulasi yg sudah di ujung tanduk ini pikirku, namun ternyata pencetan kak Mia di pangkal penisku dan berhentinya kuluman mulutnya cukup dapat menetralisir kedutan-kedutan yang tadi sudah semakin tinggi temponya. [http://ceritayangasik.blogspot.com/]

Beberapa saat kemudian setelah kedutan-kedutan itu mulai mengendor kak Mia melepaskan pencetan di pangkal penisku dan mulai melumat penisku kembali. Perlahan ia sapu jilatan lidahnya ke kepala penisku yang sudah membengkak ini, [http://ceritayangasik.blogspot.com/] ketika lidahnya menyentuh lubang kemihku rasanya sungguh ngilu bercampur enak, tanganku pun tak sadar ikut meremas rambut kak Mia.

"Kak...aku nggak kuat lagi.." kataku.
"Ok Roy....keluarkan semua yang kamu miliki...." canda kak Mia sambil terus mengulum penisku.

Tak ayal lagi semua cairan maniku berlomba-lomba untuk berebut menuju lubang kemih ketika sensasi itu semakin menjadi. Kak Mia sama sekali tidak mencoba untuk menarik mulutnya ketika cairan maniku keluar secara berombongan, [http://ceritayangasik.blogspot.com/] ia mengulum dan menelan seluruh kedutan cairan kental itu sampai habis. Bahkan setelah kedutan kelima pun kak Mia masih berusaha menghisapnya, tentu saja aku yang sekaran kelabakan sebab rasa ngilu yang ditimbulkan sungguh sangat sensasional.

"Kak...udah kak.....ngiluuu..." rengekku.
Kak Mia akhirnya melepaskna kuluman penisku dan beranjak ke arahku dan kami pun berciuman kembali.

"Kamu suka Roy...?" tanya kak Mia
"Suka sekali kak....kak Mia tadi hampir membuatku pingsan keenakan" rayuku
"Bisa aja kamu Roy memuji..." jawabnya sambil menyenderkan kepalannya ke dadaku.

Kami akhirnya tertidur kembali dalam keadaan telanjang sampai satu jam kemudian.
Kak Mia membangunkanku dengan ciuman mesra.

"Bangun Roy... temen-temen kak Mia udah pada bangun semua tuh.., kita sarapan yuk sambil nanti kak Mia kenalin sama mereka semua..." kata kak Mia.

"Iya kak..." jawabku perlahan.

Kak Mia kemudian berjalan ke arah kamar mandi dan menngguyur badannya sekali lagi, tapi kali ini pintu kamar mandinya ia biarkan terbuka. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Aku bangun dari tidurku dan ikutan menuju ke kamar mandi yang terbuka. Melihat Kak Mia telanjang sambil berdiri di bawah shower, penisku kembali bangkit berdiri. Aku menghampiri kak Mia dan memeluknya dari belakang, kak Mia membalikkan badan dan kami kembali berciuman penuh gelora di bawah shower. Kak Mia menyabuni diriku dan aku juga menyabuni badannya. Kemudian ia berbisik ke telingaku, "Kak Mia pengin mainin lagi penis kamu Roy...tapi temen-temen kak Mia udah pada berisik di luar...nanti kita terusin lagi ya.."

Aku hanya mengangguk saja, setelah kami beres membersihkan badan kami dan berpakaian kembali, kak Mia menyuruhku untuk rebahan dulu, "Kamu keluar kamarnya sepuluh menit lagi aja ya Roy...nanti Kak Mia panggil ya.." katanya. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Aku mengangguk mengiyakan. kemudian kak Mia keluar dari kamar dan bercengkerama dengan teman-teman serumahnya.

Tiba-tiba pintu kamar diketuk dari luar, waktu aku membukanya rupanya kak Mia yang pura-pura mengetuk pintu itu untuk mengajakku keluar berbaur dengan teman-temannya. Aku dperkenalkan dengan teman-teman kak Mia pagi itu.

Sungguh pagi yang sangat indah.

---to be continued---

Rabu, 26 Februari 2014

Kupu-Kupu Cantik yang Memabukkan - 2

"Kamu ngapain Roy..." kata kak Mia
Dag dug dag dug dag dug...jantung terpompa dengan sangat cepat, aku nggak mampu membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini...
"Maafkan Roy Kak...." cuma itu yang mampu terucap dari bibirku.
[http://ceritayangasik.blogspot.com/] Kak Mia terdiam dan mengubah posisi tidurnya menengadah ke arah langit-langit kamarnya.
Kami berdua terdiam membisu...suasananya sungguh sangat tidak mengenakkan...serba canggung..aku takut mau memulai percakapan... juga bingung apa yang harus kuucapkan...

"Roy..." tiba-tiba suasana hening itu pecah dengan suara lirih Kak Mia.
"Kamu sayang Kak Mia...?" tanyanya lirih sambil tetap melihat ke langit-langit.
"Sayang banget Kak.." jawabku lirih
"Maafkan Roy ya kak..." lanjutku.
"Kak Mia juga sayang kamu Roy...tapi..." kata-kata Kak Mia seperti menggantung...
"Tapi kenapa Kak..?" sergahku perlahan.[http://ceritayangasik.blogspot.com/]

Kak Mia memiringkan tubuhnya kembali ke arahku, matanya menatap langsung ke mataku, perlahan tangannya membelai rambutku seperti ia sedang membelai rambut adik kecilnya yang kini telah beranjak dewasa.
[http://ceritayangasik.blogspot.com/] Perlahan ia mendekatkan kepalanya ke arahku dan perlahan pula ia mencium bibirku lembut sekali...sebelum ia berubah pikiran, aku sambut ciumannya dengan penuh kehangatan, kupagut bibirnya dengan lembut....kugigit bibir bawahnya...kuhisap perlahan bibir indahnya...Kak Mia sedikit melenguh..perlahan sekali...uurgghh...

Sebentar kemudian ia melepaskan ciumannya dari bibirku dan kembali menatapku dengan lembut, "Kamu bener-bener sayang Kak Mia...?" kembali ia mengulangi pertanyaannya.
Aku nggak menjawabnya namun kumajukan bibirku hingga merapat kembali ke bibirnya untuk kembali memagutnya. Kak Mia memundurkan sedikit kepalanya.
"Jawab pertanyaan Kak Mia, Roy..." pintanya.
"Iya Kak...Roy sayang Kak Mia...sayang sekali..." jawabku perlahan sambil menatap matanya untuk menyelidiki apa sebenarnya yang hendak ia maui.[http://ceritayangasik.blogspot.com/]
"Kalau kamu memang benar-benar sayang Kak Mia...kamu harus bisa menjaga Kak Mia yah.." pintanya.
"Maksud Kak Mia apa Kak..?" tanyaku.
"Kak Mia juga sayang kamu Roy...tapi kita kan nggak mungkin bersama..."
"Kak Mia juga suka kamu memperlakukan Kak Mia seperti tadi...Kak Mia cuma ingin agar kamu bantu Kak Mia, agar kita nggak kebablasan yah..." lanjutnya.
"Iya Kak..." jawabku perlahan.

Hhhmm...entah apa yang ada dalam benak Kak Mia saat ini...tapi yang jelas aku juga nggak mau menanyakannya lebih jauh lagi, biarlah ini berjalan begitu saja...go with the flow...
Kembali aku berusaha untuk menggapai bibirnya...[http://ceritayangasik.blogspot.com/] Kak Mia menyambutnya dengan memajukan kepalanya hingga bibir kami bertemu, kami berciuman dengan penuh gelora...mungkin setelah Kak Mia mengutarakan apa yg ada dalam pikirannya sekarang ia merasa sudah plong hingga ciumannya pun tersasa lebih hangat daripada tadi...

Kak Mia memagut bibirku dan berusaha untuk memulai french kissing...aku menyambutnya dengan lebih hangat...kami berciuman sambil tangan kami saling membelai tubuh masing-masing. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Kuselusupkan tanganku ke bawah t-shirt kak Mia...telapak tanganku menyentuh kulit halus perutnya...kuteruskan ke arah punggungnya...dan kubelai perlahan dan lembut punggung Kak Mia..

Kak Mia juga melakukan hal yang sama...malah ia lebih agresif sepertinya... tangannya perlahan mulai mengangkat t-shit yang ku pakai dan berasaha untuk melepaskannya...aku pasrah dan senang dengan apa yang dilakukannya...setelah t-shirt lepas dari tubuhku...ia mencoba untuk menciumi leherku dan turun ke arah dadaku...perlahan dikecupnya putingku bergantian sebelah kiri dan sebelah kanan...aku sama sekali nggak ngira kalau putingku dikecup dan disedot oleh kak Mia rasanya bisa membuat bulu kudukku berdiri seperti ini...aarggh....aku melenguh perlahan menikmati hisapan-hisapan Kak Mia di putingku.[http://ceritayangasik.blogspot.com/]

Kak Mia berbalik ke atas dan menciumku dan melumat kembali bibirku. Kami saling berpagutan dengan penuh kehangatan...lidah kami saling berkait di rongga mulut kami...kadang lidah Kak Mia masuk ke rongga mulutku dan lidah kami saling beradu dan berkait...kadang sebaliknya.

Belaian tanganku di punggung Kak Mia semakin ke atas dan kutemukan kaitan bra di sana...perlahan kucoba untuk melepaskannya dengan satu tanganku...kak Mia diam saja sambil meneruskan ciuman kami...berhasil lepas kaitan bra tersebut...perlahan kunaikkan t-shirt Kak Mia sekaligus dengan bra yang telah terlepas itu..[http://ceritayangasik.blogspot.com/] Kak Mia memandangku dengan tatapan sayu...tidak ada penolakan...sebentar kemudian Kak Mia telah topless...perlahan kulepaskan ciuman bibirku dan kuarahkan ciumanku ke lehernya dan terus ke bawah ke arah payudaranya... payudara yang sungguh indah terpampang di depan mataku...sangat indah malah...tidak terlalu besar...perkiraanku payudara Kak Mia adalah cup B, kucium susu kirinya terlebih dahulu sementara tanganku meremas dan mengelus susu sebelah kanan...kuciumi sekeliling susu indah itu...dan berakhir di puting yang telah mengeras...kuhisap perlahan puting yang meruncing itu...sementara tanganku mulai mengusap dan memelintir puting sebelah kanan...

Ku hisap puting itu sambil lidahku bermain-main di atasnya...kudengar Kak Mia melenguh panjang namun perlahan...uuugghh...
[http://ceritayangasik.blogspot.com/] Setelah puas menghisap dan menjilati puting kiri aku pun beralih ke susu kanan, kuciumi seluruh permukaan susu kanan itu dan berakhir di putingnya..kembali kulakukan kegiatan yang sama dengan yang kulakukan pada puting kiri tadi...lenguhan Kak Mia semakin panjang dan semakin menyayat...oooouuuuurrghh...

Kembali ciumanku kuarahkan ke bibirnya...mata Kak Mia semakin sayu dan cenderung memejam selama kami saling berpagutan ini...tanganku kembali bergerilya ke bagian bawah tubuhnya...perlahan kucoba menurunkan hotpants yang ia kenakan...berbarengan dengan celana dalamnya sekaligus...tidak ada penolakan dari Kak Mia...kulepaskan ciuman di bibir Kak Mia...ciumanku kini kuarahkan ke perut indahnya sambil terus kugeser hotpants itu ke bawah...terlepas sudah...kini kak Mia totally naked [http://ceritayangasik.blogspot.com/] ... ciumanku perlahan kuturunkan ke arah kemaluannya...rambut-rambut kemaluan Kak Mia rupanya ia tata dengan rapi...tidak semrawut seperti hutan alang-alang...hehehe...ketika mendekati ke arah selangkangnya...paha kak Mia secara otomatis membuka...seperti mempersilakanku untuk meneruskan ciuman dan jilatanku di sana.

Bau khas kemaluan wanita hinggap di hidungnku ketika kucium vagina indah itu...kemaluan Kak Mia sudah lembab dan basah ketika lidahku menyentuh kulit vaginanya...perlahan kujilat vagina itu denga penuh kelembutan...[http://ceritayangasik.blogspot.com/] Kak Mia meremas rambutku secara perlahan...dan ada sedikit dorongan di kepalaku kurasakan...rupanya Kak Mia sangat menikmatinya...jilatanku semakin intensif..kadang kutusukan lidahku yang telah kugulung dengan gerakan maju mundur....lenguhan Kak Mia semakin intens pula...kelembaban vagina Kak Mia bercampur dengan liurku menyebabkan vagina itu begitu becek...namun hal ini malah menambah nafsuku untuk kembali melumatnya...

Lenguhan Kak Mia semakin intens...demikian juga dengan nafasnya...kuperkirakan Kak Mia sebentar lagi sampai di puncaknya...ternyata perhitunganku tidak meleset....dalam hitungan menit kepalaku seperti dijepit oleh kedua paha mulus itu dan kepalaku dibenamkan semakin dalam oleh tangannya yang tadi meremas rambutku....hampir saja aku kehabisan nafas berada di kedalaman sana...beberapa saat kemudian jepitan itu mulai mengendur...kepalaku kemudian dicoba ditarik oleh tangan Kak Mia ke arah atas...Ia ingin melumat bibirku lagi....diserbunya bibirku dengan penuh kebahagiaan...
"Thanks Roy...." katanya perlahan...[http://ceritayangasik.blogspot.com/]
"Love you kak..." kataku...
"Love you too Roy..."

---to be continued---

Kamis, 02 Januari 2014

Kupu-Kupu Cantik yang Memabukkan - 1

Kak Mia tersenyum manis sekali ketika kukecup bibir mungilnya setelah beberapa saat menikmati orgasme terakhir yang dialaminya dan juga bersamaan dengan ejakulasiku yang kulepaskan di atas perut putih nan mulus miliknya.

Aku rebah ke sampingnya mencoba ikut menikmati kesenyapan setelah puncak kami masing-masing tercapai secara hampir bersamaan...[http://ceritayangasik.blogspot.com/] pikiran kami masing-masing melanglang ke seantero dimensi.

"Sudah hampir jam sembilan malam Roy... " kata Kak Mia memecahkan keheningan kami.
"Aku buatin makan malam sebentar yah..." lanjutnya.
Aku hanya mengangguk dan tersenyum ke arah Kak Mia.

Dengan tetap bertelanjang bulat Kak Mia beranjak dari tempat tidur  menuju ke arah dapur kering di lantai 20 apartemen miliknya ini. Tubuhnya yang putih melenggang indah di hadapanku. Tubuh Kak Mia tidak terlalu gemuk, malah mungkin termasuk kurus untuk ukuran cewek setinggi dia, 171 cm, dengan dada yang tidak terlalu besar namun sangat proporsional dengan tinggi tubuhnya. Tubuh yang indah itu membuat Kak Mia selalu terlihat bagus memakai pakaian apapun. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Aku selalu mengagumi keindahan tubuhnya dari pertama kali aku melihatnya tanpa selembar benang pun yang menutupinya beberapa tahun yang lalu.

===

Secara de jure Kak Mia adalah tanteku, adik dari Mama tiriku. Mama kandungku telah meninggal ketika aku berumur 5 tahun dan kebetulan aku adalah anak satu-satunya dari Mama. Mama tiriku adalah sahabat dari Mama kandungku sejak duduk di bangku SMA katanya. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Karena Mama tiriku adalah sahabat almarhum Mamaku, maka aku sudah sangat mengenalnya karena sering main ke rumahku. Papaku menikahi Mama tiriku ketika aku berumur 10 tahun, atau 5 tahun setelah Mama meninggal. Kebetulan Mama tiriku juga dalam keadaan menjanda karena ditinggal mati suaminya pada saat itu.

Kak Mia adalah adik paling kecil dari 3 bersaudara, Mama tiriku adalah anak pertama, adik Mama tiriku yang kedua Om Tony saat ini bekerja di US dan berkeluarga di sana. Umur Kak Mia berbeda cukup jauh dengan Mama tiriku dan Om Tony, dengan Mama tiriku mungkin sekitar 20 tahun perbedaannya, karena waktu Kak Mia lahir katanya Almarhum Mama dan Mama tiriku sedang kuliah di salah satu PTN di kotaku.

Umur Kak Mia hanya berbeda 5 tahun denganku, sehingga obrolan kami sangat nyambung. Aku pertama kali ketemu dengan Kak Mia kira-kira beberapa bulan sebelum pernikahan Papaku dengan Mama tiriku (selanjutnya aku tulis Mama aja yah, agar tidak terlalu panjang). [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Saat itu aku masih duduk di bangku SD kelas 5 dan Kak Mia di kelas 2 SMP. Rambutnya poni dan dikuncir meskipun rambutnya tidak terlalu panjang. Dengan muka yang cenderung imut-imut hal ini tentu saja menambah keimutannya.

Karena hanya kami berdua yang paling kecil pada setiap pertemuan keluarga, makanya kami cepat akrab. Kak Mia nggak mau aku memanggilnya dengan sebutan Tante Mia, dia lebih suka bila aku menyebutnya dengan panggilan Kak Mia.

Kak Mia sering mengajakku ikut apabila dia disuruh oleh Oma untuk beli sesuatu di toko kelontong deket rumah Oma. Dia akan menggandengku dengan erat ketika hendak menyeberang di perempatan, seolah-olah aku ini adik kecilnya. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Aku merasakan kalau Kak Mia sangat menyayangiku, mungkin karena ia anak bungsu dan mungkin pula karena ia pengin punya adik makanya ia memperlakukanku seperti itu.

Semuanya berlangsung secara indah dan alami hubungan seperti kakak adik ini, hingga ketika aku lulus SMA dan diterima di suatu PTN di luar kota yang kebetulan satu almamater juga dengan Kak Mia. Kalau Kak Mia kuliah di Fakultas Hukum maka aku diterima di Fakultas Ekonomi. Pada waktu aku masuk kuliah sebenarnya Kak Mia sudah selesai kuliahnya, ia saat itu hanya sedang melakukan revisi skripsinya sambil menunggu saat wisuda tiba.

Karena ada Kak Mia di kota itu maka aku nggak perlu terlalu repot lagi untuk mencari tempat kost, Kak Mia membantuku memilih tempat kost yang bagus dan aman. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Kak Mia sendiri saat itu mengontrak rumah bersama 3 orang temannya di suatu perumahan yang letaknya tidak terlalu jauh dari kampus.

Hari pertama aku datang ke kota itu aku hanya diantar oleh Kak Mia naik bus malam, setelah sampai di kota itu aku dan Kak Mia langsung menuju ke kontrakan Kak Mia. Untuk beberapa hari ke depan aku nebeng di kontrakan Kak Mia sampai tempat kost ku siap dimasuki, sebenarnya aku agak risih juga sebab serumah isinya cewek semuanya . [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Tapi Kak Mia meyakinkanku untuk nggak usah risih sebab semua yg ada di rumah itu adalah sahabat-sahabatnya.

Ku letakkan travel bag ku dan travel bag Kak Mia di pojok kamar Kak Mia yang sangat rapih. Sebuah spring bed kecil terletak di atas karpet tebal warna cream yang menutupi seluruh kamar. Kamar Kak Mia berkesan sangat hangat dan menyenangkan, baunya harum khas kamar cewek.

"Kamu mandi aja dulu Roy...lecek banget mukamu" kata Kak Mia mencoba meledekku...
Aku nurut saja sambil ngeloyor ke kamar mandi di dalam kamar Kak Mia setelah diberikan handuk oleh Kak Mia.

Hhm...segar juga badan setelah mandi... Oow shit... aku lupa nggak membuka travel bag ku sebelum masuk ke kamar mandi sehingga aku lupa nggak bawa celana dalam dan celana pendek untuk ganti, sedangkan celana yang tadi kupakai sudah keburu kumasukkan ke ember cucian. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Selesai mandi, dengan melilitkan handuk pemberian Kak Mia aku keluar dari kamar mandi. Kulihat Kak Mia sedang duduk di tempat tidur sambil membaca majalah. Mata Kak Mia sempet mencuri pandang ke arah tubuhku yang hanya berbalut handuk, aku cuek saja ngeloyor ke arah travel bag ku dan kuambil celana dalam dan celana pendek, kemudian aku masuk lagi ke kamar mandi untuk memakainya.

"Kak Mia gantian mandi gih..." kataku setelah beres berganti pakaian.
"OK Boss..." sahut Kak Mia sambil nyegir.

Aku rebahan di tempat tidur Kak Mia sambil menunggu ia mandi, semilir sejuk udara pagi membuatku terkantuk, walaupun aku tadi malam juga tidur di bus malam namun sangat tidak nyaman, makanya begitu bisa meluruskan tubuhku di tempat tidur langsung terlelap.

Hmmh...dimana nih pikirku ketika kubuka mataku, aku baru inget kalau aku baru sampai di kota tempatku kuliah dan saat ini berada di kamar Kak Mia. [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Kulihat di sebelahku Kak Mia juga sedang tertidur pulas, nafasnya teratur, menandakan kalau ia pulas. Kak Mia tertidur juga rupanya setelah mandi tadi, ia menghadap ke arah ku dengan mengenakan kaos donald duck putih kesayangannya dengan celana model hot pants seperti yang dipakai pebalap sepeda. Tangan Kak Mia entah disengaja atau tidak melingkar di dadaku. Ada perasaan tenteram ketika ku dekap tangan itu di dadaku. Perlahan aku miringkan tubuhku ke arah Kak Mia, sehingga tubuh kami saling berhadapan, nafas teratur Kak Mia terasa menghembus ke arah ku.

Kuperhatikan dengan seksama tubuh Kak Mia yang masih tertidur, sangat cantik dan wajahnya sangat imut. Kulit mukanya bersih dan cerah, di beberapa tempat tampak ada urat berwarna kebiruan yang menghiasi pipinya.

Entah setan mana yang lewat membisikkan sesuatu ke kepalaku yang memintaku untuk mendekatkan bibirku ke bibir mungil Kak Mia, ada sesuatu yang membuatkku tidak bisa mengontrol keinginanku untuk mencium bibir indah itu. Perlahan kutempelkan bibirku ke bibir Kak Mia...grengg...sengatan beribu-ribu volt tiba-tiba menyegat tubuhku sesaat setelah bibirku menempel ke bibir Kak Mia.

Kak Mia tidak bereaksi...kudorong lidahku untuk sedikit membuka bibirnya agar aku bisa memagut bibir bawahnya...perlahan sekali gerakan lidahku membongkar bibir Kak Mia... [http://ceritayangasik.blogspot.com/] Bibir Kak Mia sudah agak terbuka dan kupagut lembut bibir bawahnya...hhmmemh...lembut sekali dan perasaanku terbang ke awan...

Duaaarrr....!!! Tiba-tiba Kak Mia terbangun...

-- to be continued --

Senin, 11 November 2013

Imajinasi yang Akhirnya Terwujud - 6

Begitu memasuki ruang kedatangan setelah pesawatku landing di Soekarno-Hatta, kunyalakan handsetku dan kukirim SMS ke tante Henny kasih kabar kalau aku sudah sampai di Jakarta lagi setelah lebih dari satu minggu aku business trip ke negara jiran.

Nggak sampai lima menit kemudian handsetku menyuarakan ring tone behind the lines - nya genesis...lagu lama yang masih sangat mengagumkan bagiku. Sudah kuduga kalau tante Henny akan langsung menelepon sesaat setelah membaca SMSku...aku tersenyum ketika memulai percakapan ini... "Rinooo sayaaang...baru sampai yaah...kok lama banget siih... Emang kamu nggak kangen sama tante yah...kok nggak pernah nelpon sih.." serentetan pertanyaan menyerbu kupingku... "Hehehehe...iya tan...baru sampai nih...kangen dong.. Rino langsung ke kosan atau gimana nih tan...?" "Janggaaann....malam ini kamu nginep di apartemen tante aja yah...sebentar lagi tante langsung ke sana...tante tunggu yah..." "OK tan...see you there..." "Bye darling.."

Setelah urusan bagasi selesai aku sempetin mampir ke resto fried chicken di depan sebelum mencari taxi, sekaleng fried chicken sudah di tangan...just in case kelaparan nanti pikirku. Dapet taxi yang sopirnya sudah cukup tua...setelah kuberikan alamat apartemen yang akan kutuju di bilangan casablanca aku mencoba untuk tidur sejenak...tau sendiri kan sore hari trafiknya kayak apa dari airport ke arah tengah kota...

"Mas..mas..maaf sudah hampir sampai.." si bapak sopir taxi mencoba membangunkanku.
"Hhmmh...iya pak...terima kasih. Nanti masuk aja di gedung yang itu ya..." 
Kukirimkan SMS ke tante Henny... "sudah dekat tan..." 

Ketika sampai di lobby, tante Henny sudah menungguku dengan senyum yang sangat cantik. Kami bersama-sama naik ke unit milik tante. Begitu pintu unit apartemen 2 bedrooms ini ditutup tante henny langsung memelukku dan menciumiku dengan begitu bernafsunya...tidak diberi kesempatan aku untuk rebahan barang sebentar pun... Aku pun membalas ciuman dan pagutan panas tante Henny dengan segala ilmu yang kupunyai... Kugendong tubuh tante Henny sambil terus berpagutan ke arah main bedroom yang mempunyai king size bed...kurebahkan tubuh tante Henny sambil terus menciumi bibir...leher...dan dada indahnya. Desahan tante Henny sudah menjadi-jadi sewaktu mulai kubuka kancing blouse kerja warna putihnya...sambil kubuka satu per satu kancingnya...mulutku juga bekerja di belahan dadanya...hmmh...sungguh wangi tubuh putih milik tanteku ini... 

"Tubuh tante wangiiii...." gumamku.
"hhmmmhh...iyahh... " cuma itu jawaban tanteku

Kubuka kancing bra hitam tante Henny setelah semua kancing blousenya telah terlepas semua... perlahan namun pasti cup itu pun tersingkir dari tubuhnya menampakkan gundukan indah yang selama beberapa bulan terakhir ini selalu menjadi mainan favoritku...sepasang payudara milik wanita paruh baya yang masih kencang karena belum pernah melahirkan yang juga jarang dimainkan oleh suaminya karena suaminya lebih senang memainkan payudara milik perempuan lain...hahaha...payudara indah ini akhirnya menjadi mainanku... Perlahan kucium nipple sebelah kiri...kukecup dan kuhisap...kemudian kugigit perlahan...ada lenguhan manja terdengar ketika gigitan demi gigitan pada nipple itu bergantian kulayangkan di nipple kiri dan kanan...

"ooouuughh...Rinoooo....uuuuuffhh..."

Mini skirt tanteku sudah kulepaskan beberapa saat yang lalu...kini ia hanya menggunakan celana dalam hitam model thong yang berenda di tepiannya saja...tampak kontras dengan kulit putih dan halus milik tante Henny. Semerbak wangi bau kewanitaan mulai menguasai ruang di sekeliling mukaku ketika aku mulai melaksanakan serangan melalui lidahku di kaki jenjang yang indah itu... perlahan dan pasti kucium dan kujilati bagian betis yang kecil dan sexy...bergerak naik ke arah bagian dalam paha sebelah kiri yang kelihatan urat-urat kecil warna biru berseliweran di paha mulus itu...

Tante Henny semakin menggila gerakannya karena menahan gejolak birahi dan mungkin rasa geli di bagian bawah tubuhnya... Rambut kepalaku sedikit dijambaknya mencoba untuk segera mengarahkan mulutku ke arah kewanitaannya...namun aku tetap memaksanya untuk perlahan menikmati setiap centimeter keindahan kaki putih nan sexy ini dengan mengendus...menjilat...dan menciuminya centi demi centi...



"ooouuughh...Rinoooo....uuuuuffhh..."

Akhirnya mulut nakalku sampai juga di belahan indah vagina yang bulu-bulunya ditrim secara rapih...sungguh pemandangan yang sangat luar biasa karena vagina itu sudah mulai lembab menandakan bahwa sang empunya telah horny...aroma magis vagina semakin mengepung indera penciumanku...kumainkan lidahku di vagina milik tanteku yang cantik ini dengan penih perasaan...perlahan dan lembut ku julurkan dan kusapukan lidah kasarku di permukaan kewanitaan yang semkin membuat tante Henny melenguh tidak karuan...

"ooouuughh...Rinoooo....uuuuuffhh..."

Kubalik lidahku sehingga bagian bawahnya yang lebih menonjol...kugerakkan tepat di belahan vagina indah yang telah basah kuyup dengan cairan kewanitaan milik tante Henny...kunaikan dan kuturunkan sehingga bawah lidahku itulah yang menjadi pengganti permukaan lidah kasarku...

"ooouuughh...Rinoooo....uuuuuffhh..."

Nafas tanteku semakin tersengal-sengal dan gerakannya semakin liar...sepertinya sebentar lagi ia akan sampai di awan-awan kenikmatan... Benar dugaanku...paha tanteku mengatup dan menjepit kepalaku dan kepalaku ditekannya dengan lembut ke arah vaginanya yang semakin berkedut dan berkedut...
Tubuh tante Henny melengkung ke atas...kedua tanganya mencengkeram rambutku semakin kuat....

"ooouuughh...Rinoooo....uuuuuffhh..."

Aku merangkak ke atas tubuh tante Henny yang kelelahan kenikmatan...diraihnya tubuhku dan diciumnya bibirku dengan lembut... "Thanks sayang..." Aku cuma tersenyum. Kembali dipagutnya bibirku dan lidahnya telah membelit lidahku... Tangannya mulai mencoba menelanjangiku, kemeja dan celana ku dalam hitungan menit telah lepas...dan kami saat ini dalam kondisi sama-sama telah telanjang bulat...

Perlahan tante Henny melepaskan pagutannya dari bibirku...tubuhnya melorot ke arah bawah tubuhku...sambil terus menciumi dadaku...perutku dan akhirnya peniskupun masuk ke dalam mulut mungilnya... di ciumnya lembut kepala penisku... lalu bagian bawah penis yang menimbulkan sensasi yang sangat luar biasa. Mulutnya kemudian menuju ke bagian bawah lagi ke arah buah zakarku...dimainkannya sebentar dan kemudian dicium lembut juga... Sesaat kemudian ia telah mengulum kembali penis ku...perlahan gerakan maju mundur membuat rasa geli yangs sensasional..penisku telah siap dan tegak denga sangat keras...

Kuangkat kepala tante Henny ke atas kembali...dan ia mengerti apa yang harus dilakukannya...sebentar ia cium bibirku dan kemudian ia telah duduk jengkeng di atas penisku...sambil berusaha memasukkan penisku ke dalam vaginanya...hhhmmmm...karena keduanya telah siap maka perlahan namun pasti penisku mengisi penuh ruangan vagina tanteku...

"ooouuughh...Rinoooo....uuuuuffhh..."

Setelah ambles sepenuhnya ke dalam vaginanya tante Henny kemudian mulai bergerak ritmis...perlahan diangkatnya badannya dan kemudian diturunkan kembali...sedikit digoyang ke arah kanan dan kiri...kemudian naik kembali dan diturunkan kembali...uuugghhhh luar biasa...kulihat mata tante Henny terpejam meikmati geakan ritmis yang ia ciptakan sendiri...semakin lama gerakannya semakin intens dan semakin cepat....dalam beberapa menit tante Henny mulai menampakkan tanda-tanda akan sampai kembali...

"ooouuughh...Rinoooo....uuuuuffhh..."

Dan...benar dugaanku...sebentar kemudian ia mulai merebahkan badannya ke depan untuk menyeimbangkan dirinya....dan sampailah ia di puncak kenikmatannya..."O" yang sangat indah...direngkuhnay tubuhku untuk melampiaskan "O" nya...Kudekap erat tubuhnya sambil kuremas perlahan pantatnya untuk menambah sensasi "O"nya.

Setelah kembali dari "O"nya perlahan kubalik tubuhnya sambil berusaha agar penisku tidak lepas dari vaginanya...setelah dalam posisi tempur maka kugerakkan perlahan batang penisku maju dan mundur untuk memberi gesekan pada dinding-dinding vaginanya...uuuggfhhh...luar biasa rasanya...vagina yang sangat nikmat ....lembab..licin namun masih sangat ketat...kuangkat kakinya agar memudahkan gerakanku...semakin lama semakin intens dan semakin cepat tempo gerakannu...tante Henny kembali meracau....

"ooouuughh...Rinoooo....uuuuuffhh..."

Sebentar tante....sebentar...aku juga hampir sampai....kita bersamaan yah....kataku untuk memberi semangat agar tante henny mau sedikit menahan "O"nya,.,,,iya tante....sekarang tante....teriakku....ooouuugghhh.....sesaat sebelum cairan cement ku keluar dari penisku ku keluarkan penisku dan kugesekkan pada permukaan vagina tanteku....deras cairan cement ku meluncur berkedut-kedut beberapa kali muntah ke perut putih tanteku bahkan ada yang muncrat sampai ke alis matanya.... Bersamaan pula tante Henny juga mencapai "O" yg ketiga kalinya...indah sekali...

Aku rebah di samping tubuhnya...dan kami pun terkulai lemas...dan tertidur puas...



Selasa, 10 September 2013

Imajinasi yang Akhirnya Terwujud - 5

Kupeluk tante Henny dan kucium pipinya... "Tante...si mbak Nah emang perginya lama ya...?" tanyaku. "Emang kenapa Rin...ada yg kelupaan nitip sesuatu..." goda tante Henny. "Dia nggak mungkin datang cepet kok Rin, sebab tadi dia pamit katanya sekalian mau ke rumah saudaranya yang kerja di deket tempat dia belanja...paling ntar agak sorean datangnya...". Aku tersenyum mendengar jawaban tante Henny...kugigit lembut puting kirinya yang mulai mengeras lagi setelah beberapa saat kumainin dengan lembut...tanganku mengelus perut datar miliknya...ciumanku bergerak turun ke arah perut mulus itu...kukecup lembut pusernya...ia menggelinjang kegelian...[ceritayangasik.blogspot.com] "Hihihi...geli Rin....". Ditariknya kepalaku ke atas...diciumnya bibirku dengan lembut...kami saling memagut...saling memilin...saling mengait... ciuman kami semakin memanas.. Tiba-tiba terdengar bunyi suara bel pintu  sayup-sayup...tante Henny menghentikan ciumannya dan sejenak mencoba berkonsentrasi mendengarkan sekali lagi...bunyi bel terdengar kembali... Perlahan ia turun dan mengambil bathrobe putih dari dalam lemari di kamar itu... dikenakannya bathrobe itu dan perlahan ia membuka pintu kamar untuk melihat siapa yang memencet bel pintu pagar depan. Dibiarkannya pintu kamar terbuka lebar dan kulihat tante Henny menghampiri jendela depan yang tertutup dengan vitrage putih yang cukup menghalangi pandangan orang dari luar rumah ke arah dalam. "Hhmmh...nggak jelas siapa...biarin aja lah..." gumam tante Henny sembari kembali masuk ke kamar kembali.

Tante Henny kembali merebahkan tubuhnya yang masih terbungkus bathrobe putih di sampingku... Kulihat tante Henny menatap kosong ke depan... "Ada apa tante...?" tanyaku. "Ah...enggak..enggak apa-apa.." jawabnya. Ia kembali menatapku dengan tersenyum manis...manis sekali...perlahan ia mendekatkan bibirnya ke arah bibirku...dan beberapa detik kemudian kami pun sudah memulai saling memagut dengan sangat intens. Kubuka tali bathrobe yang ia kenakan, dan perlahan ku lucuti bathrobe itu dari tubuh indahnya... Ciumanku kembali kuarahkan ke kedua gunung kembar yang putingnya sudah semakin menjulan tinggi karena hawa dingin ruangan dan respon dari rangsangan-rangsangan yang kuberikan...[ceritayangasik.blogspot.com]  kuturunkan ciumanku ke arah pusarnya beberapa saat...dan terus turun ke area kewanitaan tante Henny... Ia melebarkan pahanya memberi ruang yang cukup bagiku untuk mengeksplorasi keindahan gundukan kewanitaan yang rambutnya ditrim dengan sangat rapi... kucium lembut bagian atas kewanitaannya...kujilati dari arah atas ke bawah tepat di bagian paling sensitif miliknya itu... Tante Henny terlihat mengejat sebentar ketika lidahku ku julurkan ke arah tengah atas lubang nikmat itu... "Ooouughh...Rinooo...kamu tambah pinterrrrr....oouughh.." desahan tante Henny semakin membuatku bersemangat untuk mengeksplorasi habis-habisan lubang nikmat yang indah itu... Dengan perlahan namun mantap lidahku bermain-main di area itu...seperti memainkan permen yang kenyal dan lembut...tante Henny kulihat semakin menggila...badannya sudah melengkung menahan sensasi hebat di bagian bawah tubuhnya...sementara itu burungku juga semakin tegang ketika kegiatan jilat dan pilin di area itu kulakukan... Kulepaskan ciumanku dan kusiapkan burungku untuk memasuki kewanitaan tanteku yang cantik ini... Kuangkat kakinya dan ku letakkan di dadaku untuk memudahkan penetrasi burungku... perlahan kuarahkan burungku ke lubang itu.. Mata tante Henny sudah terpejam merasakan benda asing yang mulai menerobos kewanitaannya...hhhmmmhh...sudah sangat basah kewanitaan tante Henny memudahkan kepala burungku menerobos masuk...perlahan kutekan burungku sampai ke dasar kewanitaannya... "oouuuggghhhh....goozzz..." rintih tante Henny... [ceritayangasik.blogspot.com] Kutarik perlahan hingga hampir keluar dari lubang itu...kemudian kutekan lagi... gerakan ritmis dan bertenaga ini membuat tangan tanteku meremas sprei di kanan kiri tubuhnya...badannya melengkung ke atas...matanya terpejammm..."ooouughhh...goozz..." hanya rintihan itu yang keluar dari mulutnya... Kupercepat secara perlahan gerakan tekan dan tarik itu.... Ku satukan kedua kaki tante Henny di depan badanku sambil terus penetrasi kulakukan..luarbiasa sensasi merapatkan kedua kaki itu....butungku serasa dihimpit suatu kekuatan yang dahsyat namun lembut...di sisi lain tante Henny matanya sudah membeliak menahan sensasi itu..."Rinoooo....ayooo cepetan....tante mau sampai niiihhh..."mohonnya... "Iya tante....sebentar lagi Rino juga sampai nihhh..." Dan benar...beberapa saat kemudian kedutan-kedutan itu sudah mulai terasa...."Kita berbarengan yaaaa tanteee...." pintaku.... "Sekarangggg tantee.....sekaranggg....ouuuuggghhhh" Kami pun berkejatan menumpahkan kenikmatan kami secara bersama-sama....kupeluk tanteku sambil kunikmati anggukan burungku beberapa kali di dalam kewanitaannya menumpahkan semua cairan cintaku...

Kami tertidur kelelahan dalam posisi masih saling berpelukan.... Beberapa saat kemudian aku terbangun... kulihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 4 sore. Hmmh...kami tertidur hampir satu jam lamanya.

Aku menggeser tubuh tante Henny agak kesamping agar aku dapat turun dan menyulut marlboro merahku... Kubuka jendela yang menhadap ke arah taman kecil di samping kamar tersebut yang tertutup oleh tembok yang tinggi, agar asap tidak memenuhi seluruh ruangan...[ceritayangasik.blogspot.com] angin segar menghembus masuk dan kembali keluar terdorong oleh hembusan aircon kamar yang diset cukup dingin.

Tante Henny menyusulku turun dan mendekapku dari arah belakang...ia memeluk tubuh naked ku dan melingkarkan tangannya ke badanku, sambil menciumi punggungku... Ku pengang lembut tangannya dan kuangkat perlahan kemudian kucium lembut punggung tangannya. Tante Henny menurunkan tangannya sambil meraba dadaku perlahan...mengusap lembut dada dan putingku,,,menimbulkan sensasi geli yang agak aneh...kemudian ia mengusap lembut perut datarku...dan kemudian turun ke arah burungku...diusapnya lembut burungku yang masih agak lemas karena pertempuran tadi..diusapnya lembut juga bijiku.. Tante Henny masih berdiri di belakangku ketika melakukan usapan-usapan lembut tersebut...sepertinya ia ingin mencoba membangkitkan lagi burungku...[ceritayangasik.blogspot.com] ini terlihat dari usapan-usapan yang semakin intens dengan gerakan seperti mengocok namun dengan lembut temponya... Gesekan buah dada tante Henny di punggungku dan kecupan-kecupan lembut di punggungku perlahan menaikkan libidoku... Perlahan namun pasti burungku kembali tegak dan perkasa...

Aku membalikkan tubuhku dan kudapati bibir indah tante Henny yang segera merenggut bibirku... kami berciuman sangat mesra seperti sepasang kekasih yang baru jadian pacaran... Kuusap lembut punggungnya dan juga pantanya... Tubuh naked kami lengket satu sama lain..dan bibir kami juga terus saling memagut lembut. Lidah kami saling mengait di dalam rongga mulut kami...saling bertukar posisi..kadang lidah kami saling terkait di dalam mulut tante Henny dan sekejap kemudian berada di mulutku..  [ceritayangasik.blogspot.com]  Kami sama-sama saling mencoba menaikkan libido kami masing-masing dengan sentuhan-sentuhan nan lembut...

Burungku semakin tegar dan kokoh...karena posisi kami berdiri berhadapan tentu saja barang itu tergencet di antara badan kami...sedikit agak sakit. Karena posisi yang kurang nyaman ini maka aku berinisiatif untuk menggendong tante Henny kembali ke arah tempat tidur... Kurebahkan tubuhnya perlahan denga kaki terjuntai ke bawah... Kucium lembut buah dadanya bergantian kanan dan kiri...kupilin nipple nya dengan ujung lidah dan kugigit perlahan nipple indah itu... [ceritayangasik.blogspot.com] Kucium perlahan perutnya yang sangat indah... dan perlahan kucium bagian atas kewanitaannya yang rambut kewanitaannya ditrim sangat rapi...bersih dan indah sekali... aku menggeser ciumanku ke arah paha kiri bagian dalamnya...perlahan kakinya menekuk keatas bereaksi atas kecupan di bagian dalam paha tersebut... Kupindahkan ke paha kanan bagian dalam juga...jilatan ku semakin mengarah ke pusat kenikmatannya... Tante Henny melenguh perlahan ketikan mulutku mendarat tepat di atas kewanitaannya...jilatanku perlahan ke atas kemudian kulepas dan kujilat lagi ke atas...hanya satu arah... Kemudian kutekuk lidahku ke dalam sehingga bagian dasarnya yang kupakai untuk mengusap dan mengelus lembut kewanitaan tanteku...lenguhan tanteku semakin panjang dan agak keras...menandakan kalau ia sangat menikmati gerakan ini..

Sedetik aku sempat terpikir apa yang terjadi kalau tiba-tiba om Andy tiba-tiba pulang dan mendapati kami sedang dalam posisi seperti ini...sedetik kemudian pikiran itu hilang bersamaan dengan lenguhan tante Henny yang semakin membuatku naik...kupercepat tempo gerakan usap dan gesek dengan menggunakan dasar lidahku pada kewanitaan tante Henny...[ceritayangasik.blogspot.com] rupanya gerakan dan tempo yang semakin cepat itu membuatnya semakin mendekati orgasm... "Rinnnnn....am coooommmiiinnngg......" ceracau tante Henny... Kupercepat tempo gesekan dan usapannya...tangan tante Henny menekan kepalaku dan tubuhnya melengkung ke atas menkimati orgasm yang datang menggebu-gebu dan bergelora.. luar biasa pemandangan itu pastinya...Jepitan paha tante Henny yang melemah menandakan bahwa berangsur-angsur sensasi orgasm tersebut mereda... "ooo Rinooo....kamu bener-bener membuat tante pingsan keenakannnnn..."

Gila...memang bener-bener gila yang kami lakukan dari siang sampai sore ini...kami sudah bersetubuh beberapa kali dan kami sudah mencapai klimaks kami berkali-kali...namun rasa ingin itu tetap membara di antara kami....

to be continued

Selasa, 20 Agustus 2013

Imajinasi yang Akhirnya Terwujud - 4

"Hei...kok ngelamun..." suara tante Henny membuyarkan ingatan masa lalu di benakku. "Hayoo...lagi ngelamunin siapa kamu Rin... Lagi mikirin Inne ya...?" "Hehehe...enggak kok tante...kalau Inne mah ngapain dipikirin...udah gede ini..." jawabku sambil mengecup bibir tanteku yang masih tiduran di pangkuanku. Kami berdua masih dalam keadaan fully naked setelah bertempur seru beberapa saat yang lalu, kuhisap lagi marlboro merahku dan kuhembuskan dengan perlahan...[ceritayangasik.blogspot.com] "Tante inget nggak waktu dulu aku malam-malam pindah ke kamar tante sewaktu kita masih tinggal di rumah Mama...?" tanyaku. "Tentu inget dong Rin....oooo...kamu lagi inget-inget masa lalu itu ya... Emang kenapa sih kok tiba-tiba kamu jadi melankolis gitu...pake acara inget masa lalu segala...hihihi..." tanyanya. "Aah...enggak papa kok tante...tiba-tiba saja aku inget suasana di rumah mama..." kataku sambil kumatikan marlboroku.

Kukecup lagi bibir indah tanteku yang semakin bertambah umur semakin mempesonaku ini...kecupanku dibalas dengan responsif oleh tante Henny...lidah kami pun bergelut di dalam rongga mulut kami menuntaskan rasa sayang dan nafsu kami...entah kenapa aku semakin bergairah setiap kali bertemu dengan tante Henny sejak ia berpisah dengan om Andy suaminya enam bulan yang lalu. [ceritayangasik.blogspot.com] Kasihan tante Henny ku ini...pernikahannya dengan om Andy berantakan karena adanya wanita lain di tengah-tengah mereka...mungkin hal itu merupakan efek samping saja..sebab kalau aku perhatikan rumah tangga mereka memang rumah tangga model jaman sekarang dimana suami istri sama-sama sibuk di luar rumah...mungkin karena interaksi yg kurang dan banyaknya waktu yg dipakai untuk urusan bisnis masing-masing itulah yang menyebabkan hubungan mereka semakin jauh dan semakin jauh...nah saat itulah mungkin si wanita lain ini mulai masuk ke dalam kehidupan mereka.

===

Tiga tahun yang lalu setelah lulus dari PTN di kotaku, aku diterima bekerja di suatu kontraktor oil services di Jakarta, karena aku adalah supporting engineer dan bukan orang lapangan maka aku harus selalu ada di kantor yang melayani jasa pengeboran ini untuk mensupport para field engineer yang sedang melakukan cementing dan logging. Ketika aku berangkat ke Jakarta, mamaku berpesan agar aku mampir ke rumah tante Henny pada hari libur minggu pertama aku mulai bekerja. Tentu saja aku dengan semangat mengiyakan anjuran mamaku, sebab aku memang sudah sangat kangen dengan tanteku yang selalu ada dalam imajinasi liarku, sudah hampir delapan tahun aku tidak pernah bertemu dengannya. [ceritayangasik.blogspot.com] Terakhir aku bertemu dengan tante Henny adalah ketika ia berpamitan dengan keluargaku saat ia telah meyelesaikan kuliahnya dan telah diterima di salah satu bank investasi ternama di Jakarta. Kami sempat melampiaskan gairah terlarang kami beberapa malam sebelum hari perpisahan itu di suatu kamar hotel di luar kota, dan malam itulah aku terakhir kalinya mengulum, melumat bibir tanteku serta menjilati kewanitaanya hingga ia klimaks sampai tiga kali, sedang burungku pun menjadi bulan-bulanan mulut mungil tanteku hingga dua kali aku memuntahkan lava pijarku. Nanti akan ku ceritakan saat malam itu ke teman-teman sekalian.

Hari Sabtu siang aku coba menelepon nomor rumah tante Henny yang diberikan oleh mamaku, lama sekali dering telepon itu tidak diangkat hingga akhirnya ada suara wanita di sisi seberang sana..[ceritayangasik.blogspot.com] Aku menanyakan apakah tante Henny ada di rumah ke wanita yg mengangkat telepon itu, dengan suara agak serak ia manyakan siapa diriku, dan ketika kusebutkan siapa diriku, wanita di seberang sana seperti terpekik tertahan... "Rinooooo....ini Hennyyy....apaa kabaarr...kamuu di manaaa? Tante jemput yaa...?" bertubi-tubi pertanyaan yang keluar dari wanita di seberang sana yang tidak lain adalah tante Henny yang tidak mengenali lagi suaraku, demikian juga aku tidak mengenali lagi suaranya. "Aku kost di daerah ragunan tante...rencananya sih aku mau maen ke rumah tante...sekalian mau bawain titipan mama buat tante..." kataku. "Ya udah...sekarang kamu kasih alamat kost kamu...nanti sebentar lagi tante yang akan jemput kamu ya..". Kemudian aku berikan alamat kost dan menunggu wanita yang pernah mengisi hari-hariku ini menjemputku.

Satu jam kemudian tante Henny sudah sampai di kost ku, ia sangat berbeda penampilannya dibandingkan terakhir kali aku melihatnya, sekarang ia benar-benar telah menjelma menjadi wanita eksekutif yang sangat chic penampilannya. Tante Henny datang mengenakan short pant dengan t-shirt yang warnanya sangat serasi. Ketika aku menyambut kedatangannya aku langsung dipeluk dan dicium pipiku dengan penuh antusias melampiaskan rasa rindunya kepadaku. [ceritayangasik.blogspot.com] Aku pun memeluknya lama sekali untuk menuntaskan rasa rinduku juga padanya. "Yuk kita jalan.." katanya. [ceritayangasik.blogspot.com] Aku pun bergegas mengambil bungkusan titipan mama dan mengikutinya masuk ke mobil untuk menuju rumahnya. "Om Andi mana tante..?" tanyaku. "Ah..biasalah om kamu itu...sibuk dengan proyek-proyeknya.." jawabnya. "Kamu gimana kabarnya Rin... Kok nggak pernah kirim kabar ke tante sih...?" tanyanya sambil menyetir mobil sedan jerman seri 3 dengan lincahnya. "Iya tante...Rino minta maaf sebab nggak pernah kirim-kirim kabar...Rino sibuk banget kuliahnya jadi nggak sempet kirim-kirim kabar ke tante" jawabku sekenanya. Kemudian kami cerita-cerita tentang kisah kami masing-masing selama delapan tahun nggak pernah bertemu hingga tak terasa kami sudah sampai di rumah tante Henny, rumahnya tidak terlalu besar namun asri di suatu perumahan yang cukup elit di jakarta selatan.

"Mau minum apa Rin...?" tanyanya. "Yang dingin aja boleh tante.."
"Kamu santai-santai aja di sini ya...pulangnya ntar malam aja OK..." perintah tante Henny. Aku cuma tersenyum mengangguk...
Sementara itu di belakang aku lihat pembantu rumah tangga tante Henny sudah mulai menyiapkan meja makan untuk makan siang.
Kami pun berbincang-bincang cukup lama di ruang keluarga sambil menonton TV.
"Makan siangnya sudah siap Bu..." kata mbak Nah pembantu tante Henny memotong obrolanku dengan tante Henny. "Saya sekalian mau pamit mau belanja dan ke rumah adik saya ya Bu.." lanjutnya. "Iya mbak...jangan terlalu sore ya pulangnya sebab mas Rino ini nanti mau makan malam di sini dulu sebelum pulang" jawab tante Henny. "Iya Bu.." jawab mbak Nah.

Setelah mbak Nah pergi kami pun meneruskan obrolan kami...tante Henny menggeser duduknya semakin merapat ke arah ku... "Kamu emang nggak kangen sama tante ya Rin...? Duuuaaarr...tante Henny memulai serangannya setelah beberapa saat tinggal kami berdua di rumahnya ini. [ceritayangasik.blogspot.com] "Kuuanggeenn banget tante..." kataku sambil mendekatkan diriku ke arahnya...entah siapa yang memulai tiba-tiba bibir kami sudah saling berpagutan dan lidah kami sudah saling berbelit satu sama lain... Kami benar-benar ingin melampiaskan rasa rindu yang terbenam sekian lama melalui ciuman dan pagutan kami... Tangan kami sudah saling meraba saling mengelus daerah-daerah sensitif kami masing-masing... karena kurang leluasa maka aku angkat badan tante Henny untuk berdiri...kami masih saling memagut dan membelitkan lidah kami... kadang ciuman bibir kami lepas dan ciuman ku pun berpindah ke daerah sekitar telingan tante Henny...aku cium lembut telinganya...aku geser ciumanku ke ujung telinga...tante Henny mendesah.. aku kembali mencium bibir mungilnya lidah kami kembali saling bersentuhan saling berbelit. [ceritayangasik.blogspot.com] Perlahan tanganku turun dari punggungnya ke arah pantatnya...aku remas perlahan pantat tante Henny...masih kenyal seperti dulu delapan tahun yang lalu...perlahan tanganku menyusup ke balik t-shirt nya dari arah bawah punggungnya...kuusap punggunnya perlahan...sementara ciuman kami masih belum putus...tanganku terus meraba punggunnya semakin ke atas...kutemukan pengait bra di sana...perlahan aku buka pengait bra tersebut..terlepas sudah... perlahan pula tanganku berpindah dari punggung ke arah dada tante Henny...hmmh...payudara tanteku masih seperti dulu rasanya...payudara itu tidak terlalu besar namun sangat kenyal...aku sangat menyukainya sejak dulu...hmmh...perlahan kuusap memutar di dua gundukan payudaranya...sambil sebentar memainkan nipple nya...tante Henny semakin mendesah...tangan tante Henny juga tidak kalah nakalnya...tangan itu juga ikut menelusup di balik t-shirt hitamku dan perlahan menariknya ke atas berusaha melepaskannya dari badanku... ciuman kami terhenti sebentar ketika t-shirtku lepas dari kepalaku...kini aku telah bertelanjang dada..tante Henny mulai menciumi leherku dan mengecup dadaku...beberapa kali digigitnya kecil nipple ku...geli sekali rasanya...

Aku juga berusaha melepaskan t-shirt tante Henny sekaligus juga dengan bra nya...kini kami berdua bertelanjang dada masih sambil berdiri di ruang keluarga rumah tante Henny... nampak pemandangan yang indah dari bentuk tubuh tanteku...masih sempurna seperti dulu..[ceritayangasik.blogspot.com] Kini giliranku yang mencium dan mengecup dadanya...kucium dan kikulum nipple sebelah kiri dan bergantian yang sebelah kanan...tante Henny semakin mendesah...ia berbisik perlahan..."Kita ke kamar aja yuk Rin..." Aku cuman mengangguk saja...dan kugendong tubuh tante Henny menuju ke kamar utama...kamar tempat tante Henny memadu kasih dengan suaminya...

Kuturunkan tante Henny di dekat tempat tidur king size dan tangan tante Henny dengan cekatan melepaskan ikat pinggangku dan membuka celana panjangku sekaligus boxerku..[ceritayangasik.blogspot.com]  Burungku langsung terpampang dengan leluasa...tante Henny berjongkok dan tidak mau menyia-nyiakan waktu lagi...ia cium burungku dan ia masukkan ke dalam mulutnya...duuuhhh luar biasa rasanya...bibir mungil dan mulut itu masih berasa sama seperti dulu...bedanya sekarang mulut itu semakin lincah memainkan burungku... dijilatnya bagian bawah burungku... aku bergidik merasakan sensasi itu... jilatannya semakin ke bawah ke arah buah zakarku... sampai di sana disapunya buahku dan dikecupnya mesra dan dibelainya juga... kemudian ia kembali ke kepala burungku...dikecupnya lembut bagian sensitif itu dan perlahan dimasukkan kembali ke dalam mulutnya... ia memulai gerakkan maju mundur dengan tempo yang lambat..."uugghhh...tanteee......." lenguhku.

Aku berdirikan tubuh tante Henny dan aku berusaha untuk menurunkan short pant hitam yang masih menutup daerah kewanitaannya...perlahan aku turunkan short pant tersebut sambil kukecup mesra setiap sentimeter tubuhnya sampai short pant itu terlepas dari tempatnya..[ceritayangasik.blogspot.com] Aku cium mebut tepat ke kewanitaannya masih dalam posisi berdiri...tante Henny melenguh lirih sambil membuka paha putihnya...kumainkan ujung lidahku di belahan kewanitaannya...tante Henny semakin menjadi-jadi... Ditariknya tubuhku dan diajaknya aku untuk rebahan di tempat tidurnya... kami memosisikan tubuh kami berlawanan arah....kepalaku tepat di kewanitaannya sedangkan kepala tante Henny tepat di burungku...tubuh tante Henny berada di bawah sehingga burungku seperti menggantung tepat di atas mulutnya... Kami memulai kembali aktifitas cium kecup dan jilat kami di area sensitif masing-masing... rasa kangen kami benar-benar terlampiaskan siang ini.. kumainkan kewanitaan tante Henny dengan lembut dan penuh variasi... setelah beberapa lama berlalu lenguhan tante Henny semakin intens dan beberapa saat kemudian kepalaku sudah terhimpit pahanya dan kurasakan kontraksi otot sekitar kewanitaan tante Henny disertai dengan lenguhan yang panjang...rupanya tante Henny telah mencapai klimaksnya. Setelah beberapa saat aku membalikkan tubuhku dan kucium lembut bibir tante Henny yang baru saja mencapai klimaksnya tersebut.

Tangan tante Henny kembali beraksi dan mengarahkan burungku yang masih tegak berdiri dan membimbingnya memasuki lubang nikmat kewanitaanya...perlahan aku dorong burungku memasuki lubang hangat itu..hhmmhpph....masih lentur dinding kewanitaan itu merespon benda asing yang memasukinya...perlahan aku tarik burungku keluar dan kucoba lagi memasukannya..[ceritayangasik.blogspot.com] Setelah beberapa kali gerakan keluar masuk perlahan akhirnya burungku dapat masuk secara penuh ke dalam kewanitaan tante Henny... kulihat mata tante Henny memejam merasakan kenikmatan...perlahan ku pompa burungku dengan gerakan mantap dan dengan tempo yang semakin cepat..uugghhh...uuugghhh uugghhh...tante Henny mendesah dan berdesis kenikmatan..hhhmmmhh.....uuugghhh...luar biasa rasanya kewanitaan tante Henny...sungguh sangat nikmat...burungku seperti dijepit oleh daging lembut yang bertekanan besar... Inilah yang selama ini aku impi-impikan...bersetubuh secara penuh dengan tante ku yang selalu menjadi imajinasi liarku selama ini... Delapan tahun yang lalu kami tidak berani untuk melakukan persetubuhan seperti ini.. Kami hanya berani mengulum dan menjilati masing-masing kelamin kami hingga mencapai klimaksnya. Kami seperti telah setuju untuk tidak melakukan tindakan lebih jauh dari pada itu...tidak untuk persetubuhan... Namun siang ini di rumah ini...kami melakukan persetubuhan pertama kami setelah era saling merangsang dan saling menjilat terlewati...setelah delapan tahun akhirnya kami menuntaskan impian kami untuk melakukan persetubuhan terlarang ini...

Kutingkatkan tempo pompaan burungku ke dalam lubang kewanitaan tante Henny...ia menjerit tertahan dan mencoba mengimbangi setiap gerakan dorong yang menimbulkan sensasi luar biasa di syaraf-syaraf dinding kewanitaan tante Henny... beberapa saat telah berlalu..[ceritayangasik.blogspot.com] kurasakan desakan dari dalam burungku semakin terasa...aku sepertinya akan sampai...beberapa pompaan lagi mungkin aku akan keluar...uuugghhh ...ugghhh...pompaan demi pompaan kulakukan dan akhirnya... sebelum meletus aku tari burungku dan semprotan cairan lengket itu pun terpancar deras ke arah perut tante Henny..tiga kali..empat kali...dan burungku pun mengangguk-angguk seiring dengan telah keluarnya seluruh cairan nikmatku... Aku rebah ke samping tante Henny... dan mencium lembut bibirnya...

to be continued